Thursday, April 13, 2017

Prioritas Land Indonesia Progress

Prioritas Land Indonesia Progress | Presiden Direktur MNC Bank Benny Purnomo mengatakan, tenor pembiayaan tersebut disepakati dengan jangka waktu lima tahun.

“Kerjasama antara MNC Bank & PT Prioritas Land Indonesia berdasarkan pertimbangan kinerja dan portfolio proyek,” Ujar Benny di Gedung MNC, Kamis (6/4).

Benny optimistis sektor properti merupakan sektor yang potensial untuk bertumbuh di tahun ini. Hal itu sejalan dengan strategi bisnis MNC Bank yang berfokus pada segmen konsumer dan retail dengan segmen komersial dan korporasi sebagai pendukungnya.

“Kami sejauh ini telah bekerjasama dengan sebanyak 21 developer baik yang besar maupun yang kecil,” ujarnya.

Ditempat yang sama Direktur Utama PT Prioritas Land lndonesia, Marcellus Chandra mengungkapkan, pendanaan ini akan digunakan untuk merampungkan proyek Apartemen Majestic Point Serpong di daerah Gading Serpong, Tangerang. Dengan begitu diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap sektor properti.

“Di tengah perlambatan sektor properti tahun 2015-2016, PLl tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan dan menyelesaikan proyek-proyeknya. Kami optimis tahun ini menjadi tahun kebangkitan properti setelah sektor ini sempat melambat di tahun lalu,” kata Marcellus.

Sekadar informasi, PLI  memiliki beberapa proyek yang dibangun di Jakarta dan Bali. Salah satunya Apartemen Majestic Point Serpong. Pada 2015 lalu, PLI telah melakukan serah terima tahap awal. Apartemen berkapasitas 900 unit itu dibangun pada April 2013 dan melakukan tutup atap (topping off) pada Februari 2015.

Dengan kerja sama ini, PLl berharap agar proyek Majestic Point Serpong dapat rampung tahun 2017 dan dapat diserahterimakan dengan kondisi yang terbaik, sehingga investasi dari para konsumen dapat meningkat dengan maksimal.

Friday, November 25, 2016

K2 PARK PRIZINAN | IMB K2 PARK SERPONG

K2 PARK PRIZINAN - Pemerintah berencana menyederhanakan puluhan izin pembangunan rumah murah, yang selama ini ditengarai menjadi salah satu hambatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ingin menikmati program tersebut.


Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Maurin Sitorus, mengungkapkan pemerintah akan segera menyederhanakan perizinan, mulai dari lokasi hingga Izin Mendirikan Bangunan (IMB).




Dikeluhkan pengembang sebelumnya, Menteri PUPR Muhammad Basuki Hadimuljono menegaskan, akan memangkas perizinan untuk pembangunan perumahan yang selama ini dikeluhkan pengembang. "Salah satu fokus kami memang memangkas proses perizinan. Kami usahakan satu pintu dan waktunya cepat, agar lebih sederhana dan semua proses berjalan cepat," kata Basuki, saat bertemu dengan Asosiasi perumahan, REI, APERSI dan ASPERI, di kantornya, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Langkah ini dinilai menjadi angin segar bagi industri properi yang tahun ini tak bisa dipungkiri mengalami penurunan penjualan sebagai dampak dari ekonomi nasional yang melambat. Dihar Dakir, Manajer Humas PT Prioritas Land Indonesia, salah satu developer baru yang tengah berkembang pesat, sangat yakin terobosan yang dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo ini bermanfaat untuk para pelaku usaha properti.

K2 PARK PRIZINAN | IMB K2 PARK SERPONG


“Proses Perizinan adalah salah satu faktor penting buat para pengembang. Kami sejauh ini sebenarnya tak pernah mengalami kesulitan dalam setiap proses pengajuan perizinan kepada pemerintah daerah tempat proyek kami berada, namun jika pemerintah ingin lebih mempermudah dan mempercepat lagi proses tersebut, maka itu akan lebih bagus,” kata Dihar.

PT Prioritas Land Indonesia (PLI) sendiri saat berita ini diturunkan 15 oktober tahun 2015 lalu,  tengah mempersiapkan penggarapan salah satu proyeknya di kawasan Gading Serpong yaitu apartemen K2 Park. Dan sekarang sudah dimulai pembangunannya. Menurut Dihar, proses perijinan di pemerintah Kabupaten Tangerang sejauh ini tak ada masalah.


“Semua proses tersebut berjalan lancar dan sesuai target waktu yang kami rencanakan. Saat ini kami tengah merevisi dokumen AMDAL yang diminta Komisi Penilai AMDAL Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Diharapkan setelah adanya komitmen pemerintah pusat untuk memangkas proses perijinan, prosesnya bisa berjalan lebih cepat dan lancar,” harap Dihar.


Setelah Surat Rekomendasi AMDAL yang telah disetujui Bupati Tangerang terbit, maka barulah izin untuk mendapatkan IMB bisa diproses. Biasanya setelah rekomendasi AMDAL keluar, IMB akan segera diterbitkan dan pengembang bisa memulai proses pembangunan.


Uniknya, sepanjang proses pembuatan izin tersebut, masalah justru sering datang dari pihak lain yang memanfaatkan isu perizinan untuk menyebarkan kabar-kabar bohong. PLI sendiri, kata Dihar, sempat mengalami hal tersebut untuk proyek mereka di K2 Park.


“Kami sebagai perusahaan properti nasional, selalu taat dengan prosedur. Mengenai pembangunan, pada saatnya pasti akan dilakukan jika semua perizinan sudah rampung yang mana itu membutuhkan waktu dan sudah masuk dalam perhitungan kami sebagai pengembang,” ujar Dihar.






Proyek superblok K2 Park di Gading Serpong, Tangerang, Banten, yang dikembangankan PT Prioritas Land Indonesia (PLI), mulai dibangun ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) di proyek seluas seluas 3 ha ini. Menurut President Director PLI Marcellus Chandra, proyek dengan investasi Rp1,5 triliun ini akan terdiri dari empat tower apartemen (2.500 unit), satu tower hotel, dan satu tower pusat pendidikan.